FAQs

Frequently Ask Questions

Apa Itu ROPt ?

Rencana Operasional Penelitian (ROPt) adalah dokumen rencana operasional kegiatan penelitian yang berisi Pendahuluan, Tinjauan pustaka, metodologi, analisis risiko, organisasi pelaksana, daftar pustaka dan lampiran yang memuat kerangka kerja logis. Pendahuluan memuat:latar belakang,rumusan masalah, tujuan dan luaran, dampal kegiatan dan relevasni dengan Indikator Kinerja Kegiatan eselon I KLHK. Sedangkan tinjauan pustaka memuat: kerangka teoritis, hasil penelitian sebelumnya dan pengkajian topik terkait (state of the art). Metodologi terdiri dari: alur pikir penelitian, ruang lingkup, bahan dan perlengkapan, rencana lokasi dan metode penelitian. Analisis risiko berisi penilaian atas kemungkinan kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran instansi yang berisi daftar risiko dan kemungkinan tindakan mengatasi risiko. Organisasi pelaksana terdiri dari: pelaksana kegiatan, tata waktu kegiatan dan rencana biaya. Daftar pustaka ditulis sesuai pustaka yang disitir.  ROPt merupakan penjabaran dari Rencana Penelitian Tingkat Peneliti (RPTP) yang telah ditetapkan dan disusun setiap setahun sekali sebelum pelaksanaan kegiatan penelitian. Selain sebagai bahan rencana periodik ROPt  dijadikan pedoman bagi pelaksanaan kegiatan operasional dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi.

ROPt merupakan dokumen yang disusun pada tingkat satker sebagai penjabaran kegiatan yang telah ditetapkan. Pengelolaan ROPt saat ini masih manual baik saat pengajuan, pengesahan, maupun revisi. Sistem Informasi Rencana Operasional Penelitian (SiROP) di bangun dengan tujuan untuk memberikan alternatif pengelolaan dengan sistem elektronik sehingga memungkinkan kemudahan-kemudahan dan tertib dokumentasi ROPt. Dokumentasi akan berbentuk digital sehingga memudahkan akses bagi siapapun termasuk oleh pelaksana, ketua kelompok peneliti, maupun koordinator RPPI dimanapun bahkan saat di lapangan. Kemudahan akses tersebut juga bermanfaat bagi proses monitoring dan evaluasi.

Penggunanan SiROP untuk optimalisasi pengelolaan dokumen perencanaan penelitian dalam hal ini ROPt perlu dikeluarkan suatu Petunjuk Teknis Pengelolaan Dokumen ROPt berbasis SiROP lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Denga tersedianya pedoman tersebut diharapkan pelaksana kegiatan penelitian dapat memiliki pemahaman yang sama tentang pengelolaan dokumen ROPt berbasis SIROP sehingga dapat berjalan dengan lancar. Selain pelaksanan kegiatan, pihak lain yang terlibat dalam pengelolaaan dokumen juga dapat memahami bagaimana alur proses dan tahapan yang mesti dilakukan pada pengelolaan termasuk hubungan kerja. Dibarengi dengan upaya konsisten peningkatan kemampuan SDM yang menangani pengelolaan dokumen ROPt, diharapkan kualitas ROPt secara keseluruhan akan meningkat sehingga berdampak pada kualitas hasil litbang.

Back to Index